Proposal Skripsi
Studi tentang Pembelajaran IPA Menggunakan Model Pembelajaran Tipe TAI dan STAD pada siswa Kelas IV di SDN 1 Cemara Tahun Pelajaran 2010/2011
DOSEN PEMBIMBING
Drs. A.FACHURRAZI, M.Pd
Disusun Oleh:
ABDUL AZIZ
NIM. 098 012 029
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
S.1 PPGDJ SITUBONDO
Th. AKADEMIK 2010
LEMBAR PENGESAHAN
Setelah membaca dan mencermati proposal karya ilmiah yang merupakan ulasan hasil penelitian yang tidak dipublikasikan di perpustakaan SDN 1 Cemara Kecamatan Suboh hasil karya dari :
Judul : Studi tentang Pembelajaran IPA Menggunakan Model Pembelajaran Tipe TAI dan STAD pada siswa Kelas IV di SDN 1 Cemara Tahun Pelajaran 2010/2011
Peneliti : Abdul Aziz
Mata Pelajaran : IPA
Jenis Penelitian : Penelitian Kuantitatif
Waktu Penelitian : Desember 2010 s/d Januari 2011
Sumber Dana : Mandiri
Mahasiswa
ABDUL AZIZ
NIM. 098012029
MATRIK PENGAJUAN PROPOSAL SKRIPSI
Nama : ABDUL AZIZ
Nomer Registrasi : 098012029
Jenis :Kuantitatif
Judul : Studi tentang Pembelajaran IPA Menggunakan Model Pembelajaran Tipe TAI dan STAD pada siswa Kelas IV di SDN 1 Cemara Tahun Pelajaran 2010/2011
NO PERTANYAAN PENULIS / FORUM PENDIDIKAN KONSEP VARIABLE RUANG LINGKUP ASUMSI HIPOTESIS METODE PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
DATA TEHNIK PENGAMBILAN DATA ANALISIS DATA
Bagaimanakah penerapan Model Pembelajaran Tipe TAI dan STAD terhadap hasil belajar pada pembelajaran IPA pada siswa Kelas IV di SDN 1 Cemara Tahun Pelajaran 2010/2011 1. pPenerapan Model Pembelajaran Tipe TAI dan STAD
2. HHasil Belajar pembelajaran IPA 1. PPembelajaran IPA
2. MModel Pembelajaran Tipe TAI
3. MModel Pembelajaran Kooperatif tipe STAD 1. BBerbagai Metode Pembelajaran yang kurang efektif
2. Ada Pembelajaran IPA Menggunakan Model Pembelajaran Tipe TAI dan STAD pada siswa Kelas IV di SDN 1 Cemara Tahun Pelajaran 2010/2011 Siswa Kelas IV 1. OObservasi
2. Tes
3. Dokumentasi
4. Wawancar Metode analisa data T-tes untuk mencari perbedaan mean dengan rumus Keterangan :
= Nilai rata-rata hitung sampel pertama
= Nilai rata-rata hitung sampel kedua
N1 = Jumlah sampel pertama
N2 = Jumlah sampel kedua
S² = Variansi
S = Simpangan baku
r = Korelasi
Nb = jumlah subyek pada kelas kontrol
Db=(na + nb – 2) Hobri, 2009. Model-model Pembelajaran Inovatif
Arikunto. 2006. Metodelogi Penelitian.
A.Judul : Studi tentang Pembelajaran IPA Menggunakan Model Pembelajaran Tipe TAI dan STAD pada siswa Kelas IV di SDN 1 Cemara Tahun Pelajaran 2010/2011
B. Latar Belakang
Pendidikan pada dasarnya adalah suatu proses untuk membantu manusia mengembangkan dirinya sehingga mampu menghadapi segala perubahan dan permasalahan dengan sikap terbuka serta pendekatan kreatif tanpa harus kehilangan identitas dirinya. Oleh karena itu setiap penggal dari proses belajar mengajar yang direncanakan dan diselenggarakan harus mampu memberikan andil bagi pencapaian tujuan pendidikan.
IPA sebagai salah satu ilmu dasar, baik aspek terapan maupun aspek penalaran mempunyai peranan yang penting dalam upaya penguasaan ilmu dan teknologi. Ini berarti bahwa sampai batas tertentu IPA perlu dikuasai oleh segenap warga, baik penerapan maupun pola pikirnya.
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam merupakan bagian dari pendidikan yang mengembangkan tujuannya dari tujuan pendidikan secara umum. Dalam proses belajar mengajar diperlukan kualitas pengajaran yang memadai, yaitu pengajaran IPA yang diarahkan untuk membantu siswa menggunakan daya intelektual dalam belajar. Menurut Nasution (2006:325) yang beranggapan bahwa interaksi kita dengan lingkungan sekeliling kita selalu menggunakan kategori-kategori. Dengan menggunakan kategori-kategori akan membantu siswa untuk menggunakan daya intelektual dalam belajar dengan menerapkan pada lingkungan sekitarnya.
Teori Gagne mengatakan dalam mengajar IPA di SD membutuhkan langkah-langkah pembelajaran yaitu mengaktifkan motivasi, mengarahkan perhatian, merangsang ingatan, menyediakan bimbingan belajar, meningkatkan retensi, membantu transfer dan memberi tahu siswa tentang tujuan-tujuan belajar (dalam Nasution, 2006:49). Pemilihan bagian-bagian dari IPA untuk diajarkan di sekolah perlu disesuaikan dengan tantangan masa depan. Ini berarti bahwa tujuan pendidikan IPA untuk masa depan perlu memperhatikan :
1.Tujuan yang bersifat formal yaitu penataan nalar serta pembentukan pribadi siswa.
2. Tujuan yang bersifat material yaitu penerapan dan keterampilan IPA.
Keduanya perlu dilaksanakan secara proporsional sesuai dengan jenis dan jenjang lembaga pendidikan yang memerlukan IPA.
Salah satu tipe dari pembelajaran kooperatif adalah tipe (Students Teams Achievement Division) STAD dan TAI. Dalam sistem ini guru bertindak sebagai fasilitator. Para siswa diberi kesempatan untuk mendiskusikan masalah dan menentukan strategi pemecahannya. Dengan demikian, semua siswa terlibat dalam pembelajaran keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran penting untuk menimbulkan minat, sesuai dengan pendapat Uzer Usman (2002:27) yang menyatakan keterlibatan siswa dalam belajar erat kaitannya dengan sifat-sifat siswa baik yang afektif seperti motivasi, rasa percaya diri dan minatnya.
Model pembelajaran kooperatif banyak jenisnya antara lain model TAI dan Model STAD. Model pembelajaran tersebut dikembangkan untuk memberikan tanggung jawab kepada siswa tentang keberhasilan kelompoknya, namun juga membantu teman lain untuk sukses bersama. Dengan pembelajaran kooperatif, tidak berarti siswa tidak boleh menonjol dibanding yang lain. Keberhasilan individu tetap ada. Namun diharapkan dapat membantu teman yang lain untuk sukses bersama.
Dengan semakin banyaknya media dan sumber belajar (learning resources) yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA, siswa tidak berharap banyak dari guru. Siswa bisa diberi kemandirian untuk belajar dengan memanfaatkan aneka sumber belajar tersebut. Tugas guru sekarang dan ke depan bukan lagi mengajar siswa, tetapi membuat siswa bisa belajar. Model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) termasuk dalam pembelajaran kooperatif. Salah satu ciri pembelajaran kooperatif adalah kemampuan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok kecil yang heterogen (Suyitno, 2004: 9). Masing-masing anggota dalam kelompok memiliki tugas yang setara. Karena pada pembelajaran kooperatif keberhasilan kelompok sangat diperhatikan, maka siswa yang pandai ikut bertanggung jawab membantu temannya yang lemah dalam kelompoknya. Dengan demikian, siswa yang pandai dapat mengembangkan kemampuan dan keterampilannya, sedangkan siswa yang lemah akan terbantu dalam memahami permasalahan yang diselesaikan dalam kelompok tersebut. Dalam model pembelajaran TAI, siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil (4 sampai 5 siswa) yang heterogen untuk menyelesaikan tugas kelompok yang sudah disiapkan oleh guru, selanjutnya diikuti dengan pemberian bantuan secara individu bagi siswa yang memerlukannya. Keheterogenan kelompok mencakup jenis kelamin, ras, agama (kalau mungkin), tingkat kemampuan (tinggi, sedang, rendah), dan sebagainya. Kemudian guru memberikan tes formatif sesuai dengan kompetensi yang ditentukan. Pembelajaran kooperatif Model STAD (Students Teams Achievement Division), siswa bekerja dalam suatu kelompok kecil dengan menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran yang lain untuk menuntaskan materi pelajarannya. Kemudian saling membantu satu sama lain dan melakukan diskusi (Ibrahim dkk, 2000:21-22). Model STAD memiliki keuntungan diantaranya
(1) Semua siswa memiliki kesempatan untuk menerima reward setelah menyelesaikan masa pelajaran.
(2) Semua siswa mempunyai kemungkinan untuk mencapai hasil belajar yang tinggi.
(3) reward yang diberikan kepada kelompok dapat digunakan untuk memberikanmotivasi berprestasi kepada semua siswa.
Sekalipun secara teoritis pembelajaran kooperatif Model TAI dan Model STAD dapat memberikan harapan yang positif bagi peningkatan hasil Belajar IPA. Tetapi untuk membedakan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif model TAI dan model STAD, maka kedua model pembelajaran tersebut perlu di kaji. Pemilihan Model TAI dan Model STAD bertujuan untuk mengembangkan penelitian.
Berdasarkan uraian di atas maka penelitian ini mengambil judul “Studi tentang Pembelajaran IPA Menggunakan Model Pembelajaran Tipe TAI dan STAD pada siswa Kelas IV di SDN 1 Cemara Tahun Pelajaran 2010/2011
C.Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut :
“Bagaimanakah penerapan Model Pembelajaran Tipe TAI dan STAD terhadap hasil belajar pada pembelajaran IPA pada siswa Kelas IV di SDN 1 Cemara Tahun Pelajaran 2010/2011?”
D.Definisi Operasional
Untuk menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan dalam mengartikan kata-kata dan istilah dalam judul penelitian, maka perlu dijelaskan definisi operasional variabel dalam penelitian ini sebagai berikut :
Pembelajaran kooperatif TAI (Team Assisted Individually) adalah siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil (4 sampai 5 siswa) yang heterogen untuk menyelesaikan tugas kelompok yang sudah disiapkan oleh guru, selanjutnya diikuti dengan pemberian bantuan secara individu baik bantuan berupa pelatihan terbimbing, umpan balik, dan pelatihan lanjut (mandiri) bagi siswa yang memerlukannya.
Student Team Achievement Division (STAD) merupakan salah satu bentuk di pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Guru menyampaikan suatu materi dikemudian siswa bergabung dalam kelompoknya yang terdiri dari empat sampai lima siswa untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh pengajar, setelah selesai mereka menyerahkan pekerjaannya secara tunggal untuk setiap kelompok. Hasil belajar adalah nilai ulangan (formatif).
E.Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
Untuk mengetahui penerapan Model Pembelajaran Tipe TAI dan STAD terhadap hasil belajar pada pembelajaran IPA pada siswa Kelas IV di SDN 1 Cemara Tahun Pelajaran 2010/2011.
F.Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Bagi peneliti, penelitian ini memberikan pengalaman yang sangat berharga dalam rangka mengembangkan pengetahuan dan bekal untuk terjun ke dunia pendidikan.
2. Bagi guru, sebagai alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar khususnya pada mata pelajaran IPA.
3. Bagi siswa, sebagai pengalaman belajar bersama sehingga dapat meningkatkan hubungan sosial dan mempermudah siswa memahami materi pelajaran khususnya pada mata pelajaran IPA.
4.Bagi Sekolah, yang terkait, agar hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan positif dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, khususnya pembelajaran IPA.
G.TINJAUAN PUSTAKA
6.1 Pembelajaran Kooperatif
Menurut Holubec (Nurhadi, 2003: 59) Pengajaran kooperatif (Cooperative Learning) memerlukan pendekatan pengajaran melalui penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan belajar. Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang secara sadar dan sengaja menciptakan interaksi yang saling mencerdaskan sehingga sumber belajar bagi siswa bukan hanya guru dan buku ajar tetapi juga sesama siswa.
6.2 Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI
Secara harfiah Team Assisted Individualy dapat diartikan Bantuan Individual dalam Kelompok, dengan karakteristik bahwa tanggung jawab belajar adalah pada siswa. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuannya sendiri, tidak hanya menerima pengetahuan dari guru saja. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. Team Assisted Individualy menurut Slavin (1985) adalah: Buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupa modul. Siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual, saling tukar jawaban, saling berbagi sehingga terjadi diskusi. Penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif.
6.3 Teori Tentang Pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisions)
Metode STAD (Student Teams Achievement Divisions) dikembangkan oleh Robert Slavin dari Universitas John Hopkins. Pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisions) siswa belajar dalam suatu kelompok kecil dengan menggunakan lembar kegiatan atau perangkat pembelajaran lain untuk menuntaskan materi pelajarannya dan kemudian saling membantu satu sama lain untuk memahami materi pelajaran melalui tutorial, kuis dan diskusi (Lestari, 2004:25)
6.4 Hasil Belajar
Dalam proses pembelajaran, hasil belajar merupakan hal yang penting karena dapat menjadi petunjuk untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan siswa dalam kegiatan belajar yang sudah dilakukan. Hasil belajar dapat diketahui melalui evaluasi hasil belajar untuk mengukur dan menilai apakah siswa sudah menguasai ilmu yang dipelajari atas bimbingan guru sesuai dengan tujuan yang dirumuskan.
H.METODE PENELITIAN
7.1 Rancangan Penelitian
Penetapan metode dalam setiap kegiatan penelitian adalah merupakan hal pokok yang perlu dipertimbangkan dalam rangka mencapai tujuan suatu penelitian. Keberhasilan suatu penelitian sangat ditentukan oleh pemilihan metode yang digunakan, metode sangat penting artinya dalam penelitian karena metode merupakan alat untuk mendapatkan data-data yang diperlukan, hal ini sesuai dengan pengertian metode itu sendiri.
Dalam penelitian ini, rancangan penelitian yang digunakan adalah “eksperimen” sifatnya ketat, dalam arti bahwa desainnya harus mantap, dan tidak dapat berubah selama penelitian berlangsung. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan penelitian kuantitatif, sesuai dengan namanya, banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian juga pemahaman akan kesimpulan penelitian akan lebih baik apabila juga disertai dengan tabel, grafik, bagan, gambar atau tampilan lain. Selain data yang berupa angka, dalam penelitian kuantitatif juga ada data berupa informasi kualitatif. Dengan gambaran ini maka tidak ada garis yang tegas antara penelitian kuantitatif dengan penelitian yang ditinjau hanya dari penggunaan angka-angka.
7.2 Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 1 Cemara yang memiliki nilai rata-rata ulangan IPA yang paling rendah yaitu kelas IV sehingga peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian. Populasi penelitian dalam penelitian seluruh siswa kelas IV dengan jumlah siswa 20 siswa.
Sampel penelitian dipilih pada sekolah SDN 1 Cemara tepatnya kelas IV yang memiliki nilai rata-rata ulangan pada mata pelajaran IPA kurang maksimal.
7.3 Variabel Penelitian
Variabel penelitian yaitu model pembelajaran TAI dan STAD. Hasil belajar merupakan suatu usaha dari siswa yang diperoleh dengan belajar yang berhubungan dengan materi pelajaran ditunjukkan dengan nilai yang diperoleh siswa untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam belajar maka digunakan evaluasi (penilaian).
7.4 Alat/Instrumen Penelitian
Alat penelitian yang peneliti gunakan yaitu berupa tes. Tes tersebut bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang pengetahuan siswa terhadap konsep materi. Jumlah soal sebanyak 15 soal, Bentuk tes yang digunakan yaitu tes subyektif dan obyektif dengan bentuk terlampir.
7.5 Lokasi dan Waktu Penelitian
Daerah penelitian merupakan wilayah dimana diadakan suatu penelitian dalam penentuan daerah penelitian tidak ada ketentuan seberapa luas yang harus diambil untuk ditetapkan sebagai daerah penelitian.
Penentuan daerah penelitian dalam hal ini menggunakan metode “Purposive sampling area” atau daerah penelitian yang ditentukan secara sengaja dengan kebutuhan yaitu pada SDN 1 Cemara. Hal ini dikarenakan adanya dukungan dari pihak sekolah, belum pernah diadakan penelitian sejenisnya, dan atas pertimbangan jarak, waktu dan biaya sehingga peneliti memilih daerah penelitian SDN 1 Cemara. Sedangkan waktu penelitian diadakan selama 2 minggu dengan 4 kali pertemuan dan 4 RPP yang akan peneliti laksanakan atau terapkan dalam penelitian ini.
7.6 Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, dokumentasi, wawancara dan tes.
7.6.1 Observasi
Observasi pada penelitian dilaksanakan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Dalam observasi peneliti dibantu guru mata pelajaran IPA dan 2 orang mahasiswa yaitu Wahdi walidi dan Akrafikun Jayatika.
Data yang ingin diraih adalah bagaimana aktivitas dan respon siswa terhadap materi baik pada hasil belajar siswa pada kelas IV kelas yang mendapatkan penerapan Model pembelajaran TAI dan STAD dan hasil belajar siswa pada kelas IV.
A. Tes
Tes adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh anak atau sekelompok anak sehingga menghasilkan suatu nilai yang dapat dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh anak-anak lain. Tes tersebut bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang pengetahuan siswa terhadap konsep pertumbuhan dan perkembangan. Jumlah soal sebanyak 15 soal, sedangkan bentuk tes yang digunakan yaitu tes subyektif dan obyektif dengan bentuk terlampir.
B. Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah cara pengumpulan, pemilihan, pengolahan, dan penyimpangan informasi dibidang pengetahuan. Dalam penelitian ini dapat berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, dan bagainya.
Data yang ingin diperoleh dengan metode dokumentasi ini adalah : Data nilai ulangan harian siswa kelas IV semester I mata pelajaran IPA SDN 1 Cemara dan daftar nama dan jumlah siswa kelas IV SDN 1 Cemara.
C. Wawancara
Dalam penelitian ini wawancara dilakukan oleh peneliti kepada guru mata pelajaran IPA tujuannya ingin mengetahui nilai hasil belajar siswa berupa ulangan siswa sebelum diadakan penelitian. Peneliti ingin mengadakan penelitian pada siswa yang nilai rata-rata ulangan harian yang paling rendah.
7.7 Analisa Data
Analisa data adalah cara untuk menyusun dan mengelola data yang terkumpul sehingga dapat memberikan suatu kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, yang nantinya dalam membuktikan apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik, karena penelitian ini bersifat kuantitatif. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa statistik adalah cara-cara ilmiah yang harus dipersiapkan untuk mengumpulkan, menyusun, menyajikan, dan menganalisis data yang berupa angka-angka (Hadi, 1993:221).
Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran TAI dan STAD dengan menggunakan rumus T tes :
S² = selanjutnya t =
Keterangan :
= Nilai rata-rata hitung sampel pertama
= Nilai rata-rata hitung sampel kedua
N1 = Jumlah sampel pertama
N2 = Jumlah sampel kedua
S² = Simpangan baku rata-rata hitung
Untuk menguji perbedaan yang signifikan pada Ttes dengan membandingkan dengan T ,tabel pada taraf signifikan 5% melalui ketentuan sebagai berikut :
a. Hipotesis kerja diterima jika ttes Ttabel
b. Hipotesis kerja ditolak jika ttes Ttabel
I. DAFTAR PUSTAKA
Hobri, 2009. Model-model Pembelajaran Inovatif
Arikunto. 2006. Metodelogi Penelitian.
Selasa, 17 Januari 2012
Langganan:
Komentar (Atom)