Rabu, 09 November 2011

PENGARUH PENULISAN PARAGRAF TERHADAP PEMAHAMAN ANAK

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Salah satu penyebab perubahan kurikulum Bahasa Indonesia karena terbukti bahwa pendekatan yang digunakan untuk mengkondisikan siswa untuk mampu menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Pendekatan tersebut adalah pendekatan struktural yang menekankan pembelajaran kearah pengetahuan bahasa. Hal ini menyebabkan siswa mampu memahami ilmu bahasa tetapi tidak mampu menggunakannya. Karena itu pendekatan terbaru pada kurikulum 1994 adalah pendekatan komunikatif, yakni pendekatan pembelajaran Bahasa yang menekankan bahasa pada kemampuan siswa menggunakan bahasa. Kemampuan menggunakan bahasa terdiri atas 4 ( empat ) aspek yaitu : keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keterampilan menulis merupakan keterampilan paling akhir setelah siswa mampu membaca. Karena itu dapat dikatakan bahwa keterampilan menulis merupakan keterampilan yang paling tinggi diantara keterampilan berbahasa lainnya. Dengan kata lain keterampilan menulis dapat dicapai jika keterampilan yang lainya juga telah dikuasai. Secara khusus, untuk mampu menulis ( mengarang ) tentunya juga harus melalui tahapan- tahapan. Tahapan itu dimulai dari menulis paragraf. Sebagai satuan pengembangan terkecil dari karangan. Dalam hal ini, tentunya paragaf menjadi tolak ukur dari karangan yang baik. Kemampuan menyusun paragraf merupakan hal yang sangat penting karena paragraf merupakan himpunan dari kalimat-kalimat yang bertalian dalarn suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan, maka dapat dikatakan pengarang belum dapat menguasai paragraf. B. RUMUSAN MASALAH Sehubungan dengan judul karya tulis ilmiah ini dan sesuai pula dengan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah dalam bentuk kalimat pertanyaan sebagai berikut : 1. Bagaimanakah bentuk-bentuk kesalahan dalam penyusunan paragraf ? 2. Bagaimanakah bentuk pembetulanya ? C. TUJUAN Tujuan pembahasan karya tulis ilmiah ini adalah untuk mendeskripsikan secara obyektif tentang : 1. Bentuk-bentuk kesalahan penyusunan paragraf pada karangan siswa dari segi ketidaksesuain dengan isi karangan 2. Bentuk-bentuk kesalahan penyusunan paragraf pada karangan siswa dari segi isi paragraf yang berganda. 3. Bentuk-bentuk kesalahan penyusunan paragraf pada karangan siswa segi tidak pada dan koher n atau topik kalimat tidak dikembangkan dengan baik. D. MANFAAT PENULISAN Adapun manfaat dari penulisan karya tulis ilmiah ini adalah: 1. Dapat mengetahui bentuk-bentuk kesalahan penyusunan paragraf pada karangan siswa dari segi ketidaksesuain dengan isi karangan. 2. Dapat mengetahui bentuk-bentuk kesalahan penyusunan paragraf pada karangan siswa dari segi isi paragraf yang berganda. 3. Dapat mengetahui bentuk-bentuk kesalahan penyusunan paragraf pada karangan siswa segi tidak pada dan koher n atau topik kalimat tidak dikembangkan dengan baik BAB II KAJIAN PUSTAKA A. PENGERTIAN PARAGRAF Paragraf adalah seperangkat kalimat yang tersusun logis-sistematis yang merupakan suatu kesatuan ekspresi pikiran yang relevan dan mendukung pokok pikim yang tersirat dalam keseluruhan karangan ( Djago Tarigan, 1931 : 11) Menurut ( Gorys Keraf, 1993 : 62 ), Alinea ( paragraf ) tidak lain dari satu kesatuan pikiran yang lebih tinggi alau lebih luas dari kalimat. ia merupakan himpunan dari kalimat - kalimat yang bertalian dalam suatu rangkaian untuk membentuk suatu gagasan. dalam alinea itu gagasan tadi menjadi jelas oleh uraian-uraian tambahan, yang maksudnya tidak lain untuk menampilkan pokok pikiran tadi secan lebih jelas. Dari kedua paragraf diatas dapat disimpulkan paragraf memiliki beberapa karakteristik yaitu : 1. Setiap paragraf mengandung makna, pesan, pikiran, atau ide pokok yang relevan dengan ide pokok keseluruhan karangan. 2. Umumnya paragraf dibangun oleh sejumlah kalimat. 3. Paragaph adalah satu kesatuan yang kohern dan padat. 4. Paragraf adalah satu kesatual ekspresi pikiran. 5. Kalimat-kalimat paragraf tersusun secara logis - sistematis. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat ditegaskan pula bahwa paragraf adalah seperangkat kalimat yang tersusun logis dan sistematis , berisi satu pikiran pokok yang mengandung isi karangan , memiliki koherensi, serta dikembangkan dengan topik kalimat. B. JENIS-JENIS PARAGRAF Menurut ( Djago Tarigan 1931 : 11 ) ada tiga pola pikir dalam pengembangan paragraf, yakni : 1. Paragaf lnduktif Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan penjelasal bagian bagian - korket dan khusus yang dituangkan dalam-beberapa kalimat pengembang. Berdasakan penjelasan itu pengarang sampai pada kesimpulan umum dinyatakan dengan topik kalimat pada bagian akhir paragraf. Paragraf yang tersusun dengan cara ini disebut paragraf Induktif. 2. Paragraf Deduktif Paragraf Deduktif adalah paragraf yang diawali oleh topik kalimat, kemudian menyusul uraian - uaraian yang diterima untuk memperjelas topik kalimat yang bersifat umum atau paragraf yang berpola umum menuju khusus. 3. Paragraf Campuran Paragraf Campuran adalah paragraf yang dimulai dengan topik kalimat disusul kalimat pengembang diakhiri kalimat penegas. sebaliknya dapat pula kalimat pengembang terbagi dua sebagian diawal, sebagian diakhir paragraf sedang topik kalimatnya di tengah. C. KRITERIA KUALITATIF PARAGRAF Berbicara kualitatif paragraf, maka kita dihadapkan kepada seperangkat syarat-syarat paragraf yang baik. Menurut Djago Tarigan (1995 : 36 ), ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agat paragraf termasuk yang baik , diantaranya : l. Isi pangraf terpusat hanya pada satu hal saja, 2. Isi paragraf relevan dengan isi karangan. 3. Paragraf harus kohern dan unity. 4. Topik kalimat harus bervariasi disesuaikan dengan : - Latar belakang pembaca - Sifat media tanpa paragraf ( karangan ) diterbitkan - Sifat dan tuntutan topik kalimat. 5. Paragaf tertulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. C.1. Isi Paragraf Isi paragraf harus jelas dan terperinci serta hanya membahas satu hal saja. Isi paragraf yang berganda akan mengurangi kejelasan informasi pertama. Paragraf terpaksa panjang sebab kalimat pengembanganya pun harus berlipat ganda. Kedua , pikiran dan perhatian pembaca juga bercabang terhadap dua hal dalam satu paragaf. Isi paragaf atau pokok pikiran paragraf biasanya terkadang dalan kalimat pertama atau terakhir yang dimaksud ini adalah topik kalimat. Jika pokok pikiran terdapat dalam kalinat pertama, maka dapat dipahami bahwa pengarang menggunakan cara berpikir deduktif .sebaliknya, jika pokok pikiran terdapat dalam kalimat terakhir,pengarang bersangkutan mempergunakan cara berpikir induktif. Ada juga pengarang yang meletakkan pokok pikiran pada kalimat pertama dan terakhir dari suatu paragraf. Bila hal itu terjadi, biasanya kalimat terakhir itu berupa penekanan kembali kalimat pertama paragraf itu. Walaupun jarang ada juga menyulitkan dalam memahami paragraf. Keadaan yang sangat menyulitkan dalam paragraf itu tidak terdapat topik kalimat. Paragraf seperti ini umumnya terdapat dalam karangan yang bersifat naratif. Dalam hal ini pokok pikiran paragraf ialah kesimpulan yang ditarik dari semua isi kalimat - kalimat yang membentuk paragraf itu. C.2. Relevansi Isi Paragraf Paragraf sebagai bagian terkecil dari suatu karangan isinya harus relevan dan menjunjung isi karangan. Bila isi karangan mengenai kerja paksa, maka isi paragraf harus mengenai sebagian kecil tentang kerja paksa. Kalau isi karangan mengenai toleransi maka isi paragraf tidak boleh keluar dari persoalan-persoalan toleransi dalam bentuk konkrit. Dari dua contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa isi paragraf harus relevan dan menjunjung isi karangan. C.3. Koherensi dan Unitas Hubungan antara kalimat dalam paragraf harus berkaitan erat satu sama lain, lebih-lebih antara topik kalimat dengan kalimat pengembangnya serta kalimat penegasnya ( bila ada ). Tidak boleh terselip kalimat yang tidak ada hubungannya dengan isi paragraf. Penjelasan ide pokok yang ditujukan pada topik kalimat secara abstrak dan kalimat pengembang secara konkrit dengan beberapa kalimat yang saling berkaitan menumbuhkan wujud kepaduan, kebulatan atau unity. Kohesi merupakan salah satu cara untuk membentuk koherensi,cara lain adalah menggunakankan bentuk-bentuk yang mempunyai hubungan parataksis dan hipotaksis. Hubungan parataksis itu dapat diciptakan dengan menggunakan pernyataan atau gagasan yang sejajar dan subordinatif. Penataan sejajar atau koordinatif berarti menata ide yang sejajar secara berurutan . penataan koordinatif seperti contoh berikuf ini : (1). a. Manusia Bernafas dengan paru-paru b. Ikan menggunakan insang penataan subkoordinat berarti menata kembali ide dengan cara menempatkan ide yang lebih luas cakupan maknanya diawal dan diikuti oleh ide yang lebih sempit yang tercakup. Contoh penataan subkoordinat seperi berikut ini : (2). a. Rumah Pak Ali sangan baik. b. Pintunya terbuat dari kayu jati kelas satu. C.4. Pengembangan Topik Kalimat. Paragraf dianggap rampung bila topik kalimat dikembangkan. Topik kalimat yang menyatakan isi paragraf dalam pengertian umum dan abstrak dikembangkan atau dijelaskan dengan cara menjabarkannya dalam bentuk-bentuk konkrit. penjabaran dalam bentuk konkrit tersebut dapat dengan cara pemaparan dan pemberian contoh, penganalisaan dan lain-lain melalui metode berfikir deduksi - induksi dan campuran. Bila pengembangan topik kalimat sudah sampai kepada semua aspek artinya tidak ada bagian-bagian yang terlewati pada paragraf yang sudah selesa. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikantengtang penyusunan paragraf yang benar dan di pahami, peniliti menggunakan pendekatan struktural yang menekankan pembelajaran kearah pengetahuan bahasa. Demikian peneliti dapat mengetahui secara langsung tentang penyusunana pragraf yang benar dan mudah di baca atau di pahami B. Jenis dan Sumber Data Dalam penelitian ini data dikumpulkan yakni mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan transkip, buku, surat kabar, majalah, karangan dan sebagainya. C. Metode Pengambilan Data Tekhnik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi dokumentasi. Penggunaan dua cara tersebut dapat dikumpulkan dengan adanya penggalian data secara akurat dan valid. 1. Dokumentasi Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang tidak dapat digali melalui observasi karena data ini hanya dari yang ada pada catatan buku lembar siswa, data yang diperoleh dari dokumentasi ini dimasukan ke dalam data tersebut. D. Penyajian Data dan Analisis Data 1. Penyajian Data Hasil penyajian data yang diperoleh di SD Negeri 4 Gunung Malang Suboh. Melalui metode dokumentasi terbentuk karangan berjudul “Bertamasya Kepasir Putih" antara lain : "Bertamasya Kepasir Putih " Untuk mengisi hari liburan semester, kami kelas IV pergi ke pasir putih. Kami berangkat bersama-bersama pukul 08.00 WIB. Pada acara liburan semester itu ( Siswa A). Kami berangkat dengan naik bus Ditengah perjalanan ke Pasir Putih, kami banyak berpapasan dengan rombongan pelajar yang lain yang juga bertamasya. Sesampai ditempat wisata kami segera turun dari bus dan membeli tiket masuk ( Siswa B ). Setelah sekian lama kami disana berencana akan pulang. Sebelum pulang kami tidak lupa membeli cendera mata yang terbuat dari kulit kerang. Disana kami melihat banyak orang yang juga ingin membeli . ( Siswa C ). Sesampai dirumah, saya mengajak ayah pergi ke alun-alun kota untuk jalan-jalan dan menikmati indahnya keramaian kota. Ayab setuju , saya memberi tahu kakak dan adik bahwa ayah akan pergi ke alun-alun kota. Adik mau ikut tetapi kakak tidak mau ikut karena badannya kurang sehat. Terpaksa kami berangkat bertiga ke alun-alun kota. ( Siswa D ) Di tengah perjalanan ke alun-alun sangat ramai karena hari itu bertepatan hari Minggu, banyak sekali yang pergi ke alun-alun ( Siswa E ). Setelah sampai di Alun-alun kami duduk merasakan indahnya keramaian kota, kemudian adik minta bakso, saya disuruh mengantarnya. Setelah membeli bakso saya kembali ke tempat dimana ayah berada ( Siswa F ). Tidak berapa lama hari sudah malam. Adik mau pulang, tetapi ayah bilang, " sebentar lagi nak !” kata ayah. Tetapi adik memaksa, karena adik memaksa pulang ayah tidak menolak permintaannya. Kami pulang dengan hati gembira ( siswa G ). Sesampai dirumah, saya duduk karena lelah datang dari alun-alun. Saya tidur-tiduran sebentar. Pukul 22.00 WIB waktunya tidur. Saya kekamar rnandi untuk wudhu dan sholat isya dan setelah itu saya tidur. Saya tidur dengan nyenyak sampai waktu shubuh tiba dipagi hari ( Siswa H ). 2. Analisis Data 1. Analisis Kesalahan Penyusunan Paragraf Karangan Siswa Kesalahan penyusunan paragraf dapat mengganggu pemahaman pembaca terhadap paragraf yang dibaca. Sehingga pesan yang ingin disampikan penulis bias berteda dengan pesan yang dipahami pembaca. Hal ini tentu dapat mengurangi kualitas komunikasi melalui media tulis tersebut: Agar paragraf dapat dipahami dengan rnudah oleh pembaca, paragraf harus memenuhi syarat - syarat yang baik, karena itu dalam analisis ini kesalahan penyusunan paragraf penulis tinjau dari kriteria paragraf yang baik diantaranya: (l) isi paragraph, (2) relevansi isi paragraf, (3). koherensi dan unitas dan (4) pengembangan topik kalimat. Adapun karangan yang akan dianalisis adalah karangan siswa kelas IV SD. 2. Analisis Kesalahan Penyusunan Paragraf dari Isi Paragraf Pada paragraf pertama, kalimat pertama memungkinkan untuk menjadi topik kalimat. Kalimat-kalimat yarlg lain dalarn paragraf tersebut menggambarkan bahwa penulis ingin menyajikan dalam bentuk naratif ( Bercerita ) sehingga dapat disimpulkan bahwa isi paragraf tersebut adalah : " Keberangkatan Ke Pasir Putih ". Pada paragraf kedua terdapat tiga pokok pikiran, yaitu (1) menceritakan kepulangan dari pasir putih, (2) rencana ke alun-alun dan (3) perjalanan ke alun-alun. Pada paragraf ketiga terdapat dua pokok pikiran yaitu {1) menceritakan sesampainya di alun-alun dan (2) kepulangan dari alun-alun. Pada paragraph keempat penulis juga menyajikan tulisan tersebut dalam bentuk naratif isi pokok paragraf tersebut adalah kegiatan sesudah pulang dari alun-alun. Hal ini dapat dilihat dari seluruh uraian paragraf tersebut sebagaimana dalam kutipan berikut ini : Sesampai dirumah saya duduk karena telah datang dari alun-alun, saya tidur-tiduran sebentar. Pukul 22:00.WIB. waktunya tidur, saya ke kamar mandi untuk wudhu dan sholat isya’ dan setelah itu saya tidur. Saya tidur dengan nyenyak sampai waktu subuh tiba di pagi hari ( Siswa H). Dilihat dari isi paragraf, paragraf keempat ini tidak menyalahi kriteria penyusunan paragraf yang baik karena hanya memiliki satu pokok pikiran atau hanya membahas satu hal saja. 3. Analisis Kesalahan Penyusunan Paragraf dari Relevansi Isi Paragraf. Berdasarkan judul karya tulis ilmiah isi karangan ini bercerita tentang bertamasya ke pasir putih Jika maksud penulis benar demikian maka isi paragraf pertama dan kedua pokok pikiran (1) relevan dengan isi karangan. Sedangkan pada kedua pokok pikiran (2) dan (3) paragraf keempat tidak relevan dengan isi karangan. 4. Analisis Kesalahan Penyusunan Paragraf dari Koherensi dan Unitas. Pada paragraf pertama, kalimat- kalimat pembentuk paragraf itu ada sebagian yang tidak pada dan koheren. Ketidak paduan tersebut terlihat jelas pada penggalan berikut ini : "Untuk mengisi hari liburan semester , kami kelas IV pergi ke pasir putih. Kami berangkat bersama' bersama pukul 08.00 WIB. Pada acara liburan semester itu" hubungan antar kedua kalimat diatas tidak berkaitan erat satu sama lain. 5. Analisis Kesalahan Penyusunan Paragraf dari Pengembangan topic Kalimat Paragraf yang bersifat naratif tidak ada kalimat karena itn kesalahan penyusunan paragraf dari pengembangan kalimat ini akan penulis tinjau dari kesesuaian semua kalirnat pembentuk paragraf dengan pokok pikiran yang disimpulkan dari isi seluruh uraian atau kalimat yang ada. Dari beberapa uraian diatas dapat dipaharni antara criteria isi paragraf, koherensi dan unitas relevansi isi paragraf dan pengembangan topic kalimat saling berhubungan dengan kata lain, jika criteria isi paragraph dipenuhi kemungkinan koherensi. Relevansi dan pengembangan topic kalimat terpenuhi pula demikian juga sebaliknya. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Hal dalam hasil dan pembahasan ini, Berdasarkan judul karya tulis ilmiah isi karangan ini bercerita tentang bertamasya ke pasir putih Jika maksud penulis benar demikian maka isi paragraf pertama dan kedua pokok pikiran (1) relevan dengan isi karangan. Sedangkan pada kedua pokok pikiran (2) dan (3) paragraf keempat tidak relevan dengan isi karangan. karena tidak pertautan makna antar keduanya. Dengan kata lain, kedua kalimat itu agar berkaitan erat memerlukan penghubung yang dalam kalimat itu tidak digunakan oleh penulis. Untuk jelasnya bandingkan dengan kalimat berikut ini : " Untuk mengisi hari liburan semester , kami kelas IV pergi kepasir putih. Kami berangkat bersama-bersama pukul 08.00 WIB. Pada acara liburan semester itu " pada paragraf kedua tidak padu atau koheren karena mengandung tiga pokok pikiran. Paragraf tersebut membahas tiga masalah, yaitu : l. menceritakan kepulangan dari pasir putih 2. rencana kealun-alun 3. perjalanan kealun-alun Kalimat-kalimat pada penggalan paragraf diatas jelas tidak ada hubungannya dengan pokok pikiran (1) maupun (3) diatas. Dernikian juga dengan kalimat-kalimat yang membentuk pokok pikiran (1) tidak menjelaskan pokok pikitran {2) dan (3) serta kalimat- kalimat yang membentuk potok pikiran (3) tidak mendukung pokok pikiran (1) dan (2). Paragraf ketiga menunjukkan permasalahan yang sama dengan paragraph kedua, yaitu terdapatnya pembahasan lebih dari satu hal atau pokok pikiran sehingga menyebabkan paragraf tersebut tidak kohern. . Cara pembetulan bentuk -bentuk kesalahan penyusunan paragraf yang baik, pembetulan tersebut meliputi : (1) mengubah isi paragraf yang berganda rnenjadi satu hal saja, (2) mengganti isi paragraf yang tidak sesuai dengan isi karangan, (3) mengubah atau mengurangi bagian-bagian kalimat yang tidak padu, sehingga memiliki hubungan maknawi atau koheren dan uflth, (4) menghilangkan atau memindah kalimat-kalimat yang tidak sesuai dengan kalimat topic atau pokok pikiran. BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan kajian teori yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka penulis dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : a. Bentuk-bentuk kesalahan penyustulan paragraph pada karangan siswa yang berjudul " Bertarnasya Ke Pasir Putih " berupa (1) isi Paragnf yang berganda, (2) isi paragraph tidak sesuai dengan isi karangan, (3) tidak padu dan koheren. Topic kalirnat tidak dikembangkan dengan baik. b. Cara pembetulan bentuk -bentuk kesalahan penyusunan paragraf yang baik, pembetulan tersebut meliputi : (1) mengubah isi paragraf yang berganda menjadi satu hal saja, (2) mengganti isi paragraf yang tidak sesuai dengan isi karangan, (3) mengubah atau mengurangi bagian-bagian kalimat yang tidak padu, sehingga memiliki hubungan maknawi atau koheren dan uflth, (4) menghilangkan atau memindah kalimat-kalimat yang tidak sesuai dengan kalimat topic atau pokok pikiran. c. Tidak terpenuhinya salah satu persyaratan kriteria kualitas paragraf yang lain. Dengan kata lain pengembangan topic kalimat dapat menentukan koherensi, relevansi dan kualitas isi paragraf. B. Saran Dari beberapa kesimpulan diatas, penulis dapat memberikan saran-saran baik kepada siswa, guru maupun peneliti Bahasa Indonesia khususnya di SD Berikut ini : l. Siswa hendaknya diberi pelajaran pada bidang study Bahasa Indonesia pada sub pokok bahasan karangan atau mengarang. DAFTAR PUSTAKA - Tarigan, H.G. 1986. Pengajaran Kosa Kata Bandung . Bandung Angkasa - Soedjito dan Taryono Ar. 1984. Cermat Bahasa Indonesia, Malang: IKIP Malang. - Soedjito dan Mansur Hasan. 1981. Seni Membina Keterampilan Menulis Paragraf Malang.IKIP Malang. - Soedjito, 1981 . Kalimat Efektif Malang: IKIP Malang.